Penolakan Muslim: Tak Ada Trinitas!

Muhammad hanya mengenal Trinitas lewat dengar-dengaran sehingga Nabi Islam ini melontarkan tuduhan yang salah kaprah, dimana dalam Qurannya Maria dimasukkan sebagai bagian dari oknum Trinitas (Sura al Maidah 5:116 - “Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?..."), sementara tak satu orang Kristen pun yang mengajarkan atau meyakini konsep Trinitas seperti itu.

Penolakan Muslim

“Hanya ada satu Tuhan! Mengapa orang Kristen percaya kepada Trinitas? Disini ada tiga Tuhan – tetapi Allah hanya satu! (Sura 4:171; 5:75-76).

Siapa yang dapat memberi sebuah gambaran dari Tuhan yang kekal? Pikiran manusia tak sanggup mengukur sesuatu yang lebih dalam dari persepsi kita. Karena alasan inilah Tuhan memperkenalkan diriNya dalam bentuk metafora hingga Ia menyatakannya dalam level manusia melalui Yesus Kristus.

Muslim melihat doktrin Trinitas,[1] dan juga Yesus sebagai Anak Allah, sebagai sebuah pelanggaran atas doktrin keesaan Tuhan (Tauhid). Muhammad, sejauh yang dapat disimpulkan dari Quran, tak pernah mengenal tulisan-tulisan Alkitab yang membahas mengenai bagaimana Tuhan yang esa itu menyatakan diriNya sebagai Tuhan Trinitas, yang terdiri dari Bapa, Anak dan Roh Kudus. Alkitab tak pernah memberi penjelasan mengenai Tuhan Trinitas, namun hanya menyatakan fakta (Matius 28:19). Meski demikian, Yesaya diberi penglihatan yang membenarkan konsep Trinitas (Yesaya 63:7-10): Yahweh (ayat 7) menjadi Juru Selamat (ayat 8, nama Yeshua adalah nama faktual Yesus tatkala Ia berjalan diatas bumi).

Kemudian dikatakan bagaimana umat Tuhan memberontak terhadap Yeshua dan mendukakan Roh Kudus (ayat 10). Tampaknya Muhammad hanya mengenal Trinitas lewat dengar-dengaran sehingga Nabi Islam ini melontarkan tuduhan yang salah kaprah, dimana dalam Qurannya Maria dimasukkan sebagai bagian dari oknum Trinitas (Sura al Maidah 5:116 “Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?..."), sementara tak satu orang Kristen pun yang mengajarkan atau meyakini konsep Trinitas seperti itu. Natur dari subyek ini mengharuskan kita untuk memperlakukannya dengan sikap hormat, oleh karena keterbatasan pemikiran kita. Meyakini natur Tuhan yang trinitas adalah sebuah tindakan iman, sebagaimana halnya kita menerima keesaanNya.

Ketiga “personalitas” Tuhan digambarkan dalam Alkitab sebagai berikut:

Sebagai Tuhan Bapa.[2] Nama Tuhan yang paling umum ditemukan dalam Perjanjian Baru (Matius 18:10; Lukas 12:32; Yohanes 11:41; 14:12). Alkitab menggambarkan Tuhan sebagai satu pribadi yang berelasi dengan manusia secara pribadi. Tuhan atas alam semesta adalah Tuhan yang berelasi. Dalam diri Tuhan, Bapa – Anak dan Roh Kudus – berelasi satu sama lain dengan kasih yang sempurna. Karena naturNya, Tuhan mengundang manusia untuk masuk kedalam sebuah relasi dengan diriNya, dan mengenalNya sebagai Bapa.

Sebagai Tuhan Sang Anak. Yesus berbicara mengenai relasiNya dengan Bapa Surgawi dengan kata-kata yang menekankan keunikanNya yang sempurna sebagai Putra Tuhan (Matius 11:27; Yohanes 17:1-5). Yesus datang ke dalam dunia ini dari Bapa, dan Ia telah meninggalkan dunia dan kembali kepada Bapa (Yohanes 16:28). Yesus tidak diciptakan namun telah ada sebelum inkarnasiNya (Mikha 5:2; Yohanes 1:1-2). Adalah penting untuk menekankan teks-teks Alkitab seperti itu saat berdiskusi dengan orang Muslim, karena teks-teks itu dengan jelas menunjukkan relasi internal dan ilahiah antara Bapa dan Anak.

Sebagai Tuhan Roh Kudus. Roh Kudus disingkapkan oleh Yesus (Yohanes 14-16) dan datang dari Bapa dan bersaksi tentang Yesus (Yohanes 15:26), menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman (Yohanes 16:8). Ia akan menyertai orang percaya sampai selama-lamanya sebagai Roh Kebenaran yang tinggal dalam diri mereka (Yohanes 14:16-17). Roh Kudus memimpin para murid kedalam seluruh kebenaran dan akan mengingatkan mereka akan apa yang telah Yesus katakan (Yohanes 14:26).

Di beberapa tempat, Alkitab menyebut ketiga pribadi Tuhan – Bapa, Anak dan Roh Kudus – dalam satu kalimat (Matius 28:19; 2Korintus 13:14; Efesus 2:18). Ayat-ayat ini dapat dikutip saat berdiskusi dengan Muslim, tetapi Yesaya 63:7-10 memiliki penjelasan yang paling lengkap. Contoh-contoh dari natur Tuhan juga memperlihatkan “tiga dalam satu” sebagai sesuatu yang mungkin:

  • Matahari memanifestasikan dirinya sebagai materi, terang dan panas.
  • Air dapat muncul dalam tiga keadaan: cair, gas atau padat.
  • Sebuah koin dapat dilihat dari tiga sisi (atas, bawah dan samping).
  • Waktu terdiri dari masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang.
  • Seorang manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh.
  • Bapak Bangsa, Anak Bangsa dan Semangat Bangsa. Misalnya Presiden Sukarno adalah Bapak Bangsa. Tetapi pada saat yang sama ia juga adalah seorang Anak Bangsa yang dipersatukan di dalam semangat bangsa.

Ilustrasi-ilustrasi seperti ini hanya sebagian saja namun tidak mutlak membantu kita untuk bisa mengerti tentang Trinitas secara lebih baik. Namun adalah penting untuk menjelaskan pada Muslim bahwa orang Kristen percaya hanya pada satu Tuhan (Ulangan 6:4), yang menyatakan diriNya dalam tiga pribadi.

Dengarkanlah hai Israel, YAHWEH, Elohim kita, YAHWEH itu Esa (Ulangan 6:4)


[1] Doktrin Trinitas adalah hasil dari eksplorasi terus menerus yang dilakukan oleh gereja terhadap data Alkitab, dan juga sebagai hasil perdebatan dan kesepakatan-kesepakatan, yang kemudian diformulasikan dalam Sidang gereja pertama di Nicea pada tahun 325 AD, dengan cara yang mereka yakini konsisten dengan kesaksian Alkitab. Selanjutnya formula ini semakin disempurnakan dalam konsili-konsili berikut dan juga dalam tulisan-tulisan. Pondasi Alkitab yang diakui paling luas  untuk formulasi doktrin ini terdapat di Injil Yohanes.

[2] Gelar ini tidak muncul dalam Islam, dan karena itu ditolak.