Artikel Utama:

  • Tipuan Nalar Murni

    Yang harus dilakukan orang Muslim untuk mematikan pikirannya adalah mengucapkan kalimat ajaib “keluar dari konteks”. Setelah mengucapkan frase ajaib ini seorang Muslim menghentikan dirinya dari berpikir. Yang penting baginya adalah frase ajaib ini menyelesaikan segala sesuatu dan membuatnya tidak menggunakan otaknya. Ia tidak lagi harus merepotkan dirinya dengan sekian banyak bukti dari hadith dan Quran yang menyangkali klaim Muhammad. Yang harus dilakukan seorang materialis untuk mematikan otaknya adalah mengucapkan kata ajaib “rumor”. Setelah mengucapkan kata ajaib ini seorang materialis menghentikan dirinya dari berpikir. Kata itu, dalam pikirannya yang sempit, menjaganya dari mengkuatirkan segunung bukit pengalaman mati suri.
  • Tolonglah Saya … Saya Tersesat

    Mari kita selidiki. Muhammad mengatakan kita harus membenci semua orang tidak beriman. Bukankah Roh Tuhan ada dalam semua makhluk hidup dan dalam diri semua manusia? Jadi bagaimana kita dapat lebih dekat kepada Tuhan dengan jalan saling membenci sesama manusia? Di sisi lain, Yesus mengatakan bahwa Tuhan ada dalam seluruh ciptaan-Nya dan ketika kita memberi pakaian pada orang yang telanjang, atau kita menzolimi orang lain, kita melakukannya kepada Tuhan. Jawabannya sudah jelas. Satu-satunya jalan kita dapat mengasihi Tuhan adalah dengan mengasihi orang lain, karena Roh Tuhan ada dalam semua orang. Jika anda memahami kebenaran ini yang dijelaskan dalam Matius 25:31-46, anda tidak lagi dapat membenci siapapun atau menyebut mereka najis, atau membunuh mereka karena mereka tidak percaya pada apa yang anda percayai. Bagi saya sudah jelas bahwa Yesus adalah Jalan kepada Tuhan dan Muhammad adalah jalan menuju ke neraka.
  • Pertanyaan-Pertanyaan Muslim Kepada Orang Kristen

    Pada dasarnya, adalah baik bilamana ada banyak sekali pertanyaan-pertanyaan orang Muslim yang diajukan kepada orang-orang Kristen mengenai apa yang dipercayainya. Itu berarti bahwa setidaknya teman-teman Muslim berminat untuk mengetahui lebih jauh bagaimana iman Kristiani itu sesungguhnya, khususnya yang berkenaan dengan isyu-isyu yang sering kurang dipahami. Sayangnya, pertanyaan-pertanyaan teman Muslim kita sering berorientasi dan bersifat TUDUHAN yang dikaitkan dengan pandangannya dari internal Quran atau Islam, dan bukan mengundang pandangan eksternal yang menjelaskan isyu-nya dari perspektif kekristenan! Celakanya lagi tuduhan tersebut justru jauh dari kenyataan yang Kristen menganutinya, sambil melupakan tuduhannya sendiri bisa berbalik jadi boomerang yang menelanjangi.
  • Terorisme Islam: Topik yang Tabu

    Kekerasan politis dalam Quran bersifat kekal dan universal. Sebaliknya kekerasan politis dalam Alkitab hanya berlaku pada konteks waktu dan tempat tertentu dalam sejarah. Inilah perbedaan mendasar antara Islam dengan Kristen maupun Yahudi. Kekerasan Islami akan selalu menjadi ancaman bagi seluruh budaya non-Islam, saat ini dan di masa depan.
  • Quo Vadis: ‘Lauh Mahfuz’ Versi Muhammad?

    Sebegitu Muhammad (dalam Quran) selesai menggambarkan apa itu Lauh Mahfuzh, maka orang segera akan mempertanyakan dimana bersembunyinya Taurat dan Injil Asali, ketika Muslim dimana-mana selalu menuduh Alkitab itu sudah terpalsu atau hilang yang aslinya? Bukankah telah di-ayatkan oleh yang Empunya ayat bahwa “tidak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimatNya”? (Qs 8:27). Apakah sesuatu yang SELALU berada disisi Allah dalam Lauh Mahfuzh bisa dicuri, dirobah, diusik atau dinajisi oleh Paulus, pendeta-pendeta tengik, bahkan syaitan dan Iblis? Ataukah bagian-bagian khusus dari Kitab-Tuhan (Taurat, Zabur, Injil asli) memang bisa di pilah-pilih oleh Syaitan untuk dicuri karena Allah MENGIZINKANNYA?
  • Kasus Charlie Hebdo: Pembunuhan Orang-orang Muslim, Kristen dan “Charlie Hebdo”

    Nabi Muslim merasa sangat marah atas puisi dari para pujangga itu. Lantas apa yang ia lakukan? Ia membunuh mereka semua. Mungkinkah, para pembunuh staf Charlie Hebdo di Paris hanya sedang meniru apa yang dilakukan oleh Nabi mereka?
  • Ilusi Mereformasi Islam

    Islam bukanlah sebuah kelanjutan dari Kekristenan, sebagaimana yang diklaim oleh Muhammad dan para pengikutnya. Melainkan inti dari ajaran Islam sesungguhnya merupakan anti dari keyakinan Kristen. Kekristenan menganjurkan kemerdekaan manusia, Islam menganjurkan perbudakan manusia. Yang satu membawa pesan pembebasan, yang lain, kepatuhan/tunduk.