Artikel Utama:

  • Aku Akan Murtad Jika YESUS itu Tuhan

    Seseorang yang tidak mengumumkan sesuatu dari propertinya bukanlah berarti bahwa dia tidak memiliki properti tersebut. Jikalau anda seorang bapak yang tidak mengumumkan kepada anak-anakmu : “Aku ini laki-laki”, maka apakah kelaki-lakian Anda menjadi tidak sah, alias bukan laki-laki? Dan anda begitu rentan murtad dan gampang menyangkal iman anda?
  • Lailatul Qadar Yang Malang: Sebuah ‘Dimensional Error’ dari Allah, dan ‘Hasil Lupa’ dari Muhammad

    Pakar Islam (khususnya Ibn Abbas) mengkaidahkan (baca: mendongengkan) adanya dua lokasi yang berbeda untuk menampung turunnya satu Quran yang sama dari Lauhul Mahfudz! Dan Jibril “diharuskan” bekerja repot dua kali dalam urusan untuk kedua lokasi ini. Lokasi pertama disebut-sebut sebagai dunia langit pertama Bayt Al-‘Izzah (periwayatan lain menyebutkannya Baitul Makmur, berada di langit ke-4, atau ke-3), dimana didongengkan terjadi pen-tanzil-an seluruh Quran sekaligus (tanpa cicilan). Dan selanjutnya dari sana (entah berapa lama tertahan disana) barulah diturunkan sekali lagi wahyu cicilan bertahap kepada Muhammad di dunia selama 23 tahun! Bukankah ini adalah mitos gila yang membodohi umat tanpa merujukkan satupun bukti atau referensi?
  • TIRULAH PUASA NABI: Kalau-kalau Itu Puasa Asli-Sorgawi

    Muhammad yang buta-puasa dikala itu justru merasa “ketinggalan kereta” dalam berpuasa. Maka konsep puasa Islamikpun muncul dari tiruan puasa Ashura kaum pagan yang tidak disertai dengan pen-detail-an ritualnya. Maka kita bertanya apakah puasa yang diserukan Muhammad itu sama dengan puasa umat yang ditirunya? Nama puasa boleh sama, oke Ashura, tetapi apa makna, motivasi, bentuk dan isi puasa tersebut sama dalam praktek dan ritualnya? Dan apakah Muhammad sudah menyadari hal tersebut dalam seruannya yang dadakan itu?
  • 9 Fakta Kenapa Puasa Ramadhan Hanyalah Akal-Akalan Muhammad Belaka!

    Puasa Ramadhan sesungguhnya bukan puasa yang dikenal dan dipraktikkan para nabi sebelumnya. Ia bukan puasa yang memantang atau mengurangi nafsu lahiriah (pantang makan-minum dan sex dll) untuk keseluruhan tenggang waktu, melainkan semata-mata “memindahkan jam makan dan sex,” dari pagi-sore menjadi sore-subuh selama bulan tersebut. Volume makan-minum dan kualitasnya juga tidak disita, dipantangi atau dikurangi -- malahan cenderung sebaliknya karena sering lebih tinggi melampiaskan nafsu makan-minum ketimbang yang dilakukan dihari-hari/bulan biasanya.
  • Tuhan Menegor: "Bagaimana Caramu Berpuasa?"

    Apa yang disebut puasa dalam Islam sesungguhnya (pada hakekatnya) bukan puasa sama sekali, melainkan PEMINDAHAN JAM MAKAN! Muslim yang berpuasa bukan kelaparan karena tidak makan, melainkan menggeser jam makan-minumnya dari pagi-petang menjadi petang-subuh! Kualitas dan kuantitas makannya Muslim yang berpuasa juga tidak terpengaruh samasekali. Porsi seksnya juga tidak ditiadakan, melainkan hanya diatur “carry-over” kepada jam-jam yang berbeda dari biasanya! Malahan kalau mau jujur, kualitas dan kuantitas makan-minum diwaktu puasa malahan jauh dipertinggi dan diperpuaskan melebihi waktu-waktu selainnya. Ini juga salah satu alasan mengapa setiap puasa Ramadhan, harga-harga kebutuhan pokok justru melambung tinggi di negara-negara mayoritas Muslim.
  • Nine Facts Why Ramadhan Fast Is Just a Ploy of Muhammad?

    The Islamic fast had never before been observed by the preceding prophets The Ramadhan fast was actually not a custom known or practiced by the prophets before Muhammad. It is not really a fast to human desires by abstaining from food, drinks and sex etc. It just shifts the times for having food and sex from daytime to nighttime during this month. Instead of reducing or abstaining, excessive amounts of food and drink are consumed, at night and nothing during the day.
  • YESUS bukan Anak Allah!

    Ajaran Kristen tentang Yesus, sebagai Anak Elohim dan Juru Selamat dunia, berkontradiksi dengan pandangan Muslim tentang Tuhan, yaitu berkaitan dengan konsep mereka tentang keesaan dan keunikan Allah (Tauhid). Oleh sebab itu sangat sulit bagi Muslim untuk menerima bahwa Tuhan dan Yesus memiliki sebuah relasi bapa dengan anak. Karena Allah tidak punya anak, maka Ia juga tak dapat dipahami sebagai bapa, apakah sebagai Bapa dari Yesus maupun sebagai bapa dari kaum Muslimin. Terminologi “Bapa” adalah istilah yang asing dan tak bisa diterima umat Muslim.