Artikel Utama:

  • Apa Kata Al-Qur'an Mengenai Kitab Suci Sebelumnya? Dan Apa Faktanya?

    Al-Quran mengklaim bahwa dirinya adalah wahyu dari Allah yang sama dan merupakan keterusan dari pewahyuan kepada segala nabi-nabi terdahulu sejak Adam, Nuh, dan Ibrahim. NAH, Pemberitaan tertulis dari pelbagai nabi-nabi Tuhan disepanjang zaman memungkinkan kita men-deteksi apakah Alkitab dan Al-Quran termasuk kitab yang dikorup atau tidak. Karena datangnya dari satu Tuhan yang sama, maka kitab-kitab tsb haruslah memperlihatkan satu kesinambungan konsepsi dalam satuan kebenaran Tuhan, khususnya tentang sosok ilahi dan utusanNya. Adakah itu?
  • Kemartiran Imam Hussein - Siapakah Yang Harus Disalahkan?

    Jadi, siapakah yang bertanggungjawab atas kematiannya dan kematian keluarganya? Tidak seorangpun kecuali dia sendiri. Dan 1.300 tahun kemudian kelompok Syiah masih memukuli diri sendiri mengenang kematiannya. Hussein mati karena ia bodoh. Jika ia menjadi Khalif, kemungkinan besar ada lebih banyak orang lagi yang akan terbunuh. Pertikaian antara faksi-faksi yang berbeda di kalangan Muslim di sepanjang sejarah tidak pernah berkenaan dengan menyelamatkan Islam. Senantiasa karena kekuasaan. Namun demikian, mereka semua mengklaim diri sebagai pembela Islam. Islam selalu digunakan sebagai sarana politik. Bahkan di masa kini, faksi-faksi yang bertikai di dunia Muslim mengklaim sedang membela Islam.
  • Allah swt dan Muhammad Masih Menunggu Mukjizat

    Ketika orang Yahudi dan Nasrani bertanya tentang bukti kenabiannya, Muhammad tidak dapat memberikan bukti. Bahkan Allah menurunkan ayat, bahwa Muhammad sedang menanti mukjizat dari Allah. Tapi anehnya, sudah 14 abad berlalu, mukjizat Muhammad tidak kunjung muncul. Allah sumber mukjizat, tidak lantas memberikan tanda-tanda itu. Dan janjiNya untuk menurunkan mukjizat tidak dipenuhi sampai Muhammad wafat diracun wanita Yahudi.
  • Ibadah Haji adalah Tradisi Kaum Penyembah Berhala Arab Pra-Islam

    Nama bulan ketika umat Muslim menunaikan ibadah haji telah diketahui sebelum agama Islam ada. Sama halnya dengan ihram (“berpantang dari melakukan hubungan seksual dan berburu”), berjalan di padang Arafa, melakukan tawaf (mengelilingi Kabah dan Batu Hitam Hajar Aswad) dan mencium Batu Hitam itu; semua itu sudah dipraktikkan oleh orang orang pagan jauh sebelum kedatangan Islam. Demikian juga nama Allah (dari kata ‘al’ ‘Illah’) yang disembah oleh umat Islam, adalah nama Ilah yang sama yang juga disembah oleh orang-orang Arab pagan pra-Islam. Nama ini muncul secara diam-diam dalam Quran tanpa pernah diperkenalkan oleh Allah atau Muhammad. Itulah sebabnya tak seorang Muslim pun yang tahu di surah mana nama Allah ini pertama kali diperkenalkan/muncul. Ketika Islam datang, agama ini hanya mengulang ritual-ritual dan tradisi-tradisi yang biasa dipraktikkan oleh orang-orang Arab yang menyembah berhala.
  • Bagaimana Muhammad Menggampangkan Tiket Masuk Surga

    Surat Al Fatihah telah diserukan 17 kali setiap hari oleh Muslim kepada Allah dalam 5 kali shalat-wajibnya. Intinya adalah memuji Allah dan memohonkan petunjuk untuk menemukan “Jalan yang lurus”, jalan yang bukan seperti jalan-jalannya orang kafir, yang telah disesati oleh setan atau yang dimurkai oleh Allah. Itu terdapat pada ayat ke 6 dan 7 dari total 7 ayat Al Fatihah. Tampaknya seruan semacam ini sangat baik dan rohani, tetapi sesungguhnya ia adalah doa yang teramat aneh tak masuk akal, kontradiktif dan mubazir. KENAPA? Pertama, dengan seruan yang berulang-ulang memintakan “jalan yang lurus” itu berarti Muslim masih perlu dan terus-terusan mencari jalan tersebut setiap saat dari setiap harinya yang berjalan. Jalan yang lurus sepertinya belum tersedia dan harus dimohonkan. Akan tetapi bukankah wahyu dan petunjuk Allah sudah diturunkan sempurna, dan selesai ditutup dengan turunnya surat Quran yang terakhir pada surat at-Taubah? Jikalau itu adalah jalan yang LURUS, semestinya Allah tidak mempersulit siapapun untuk menemukannya secara ready dan terbuka, dan bukannya malah misterius yang harus terus dicarikan orang perorang.
  • Aturan Emas Dalam Islam

    Permasalahan dengan pengajaran-pengajaran baik Muhammad adalah, bahwa semuanya hanya untuk orang-orang Muslim. Ketika hadith berkata, “Tidak seorangpun dari kamu benar-benar beriman hingga ia menginginkan untuk saudaranya apa yang diingingkannya untuk dirinya”, itu berbicara mengenai saudaranya seiman. Persaudaraan dalam Islam tidak menjangkau semua orang. Quran (9:23) menyatakan bahwa orang-orang beriman tidak boleh menjadikan ayah dan saudara-saudara mereka sebagai teman dan pelindung (aulia) jika mereka mengasihi Ketidaksetiaan melebihi Islam. Faktanya ada banyak ayat yang menganjurkan agar orang Muslim membunuh orang-orang tidak beriman dan bersikap keras kepada mereka. Ini adalah contoh yang jelas bahwa Islam tidak didasarkan pada Aturan Emas, yaitu: Sura (48:29): “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.” Ini adalah definisi sempurna untuk fasisme.
  • Donasi Untuk Allah Membersihkan Nurani

    Allah mewajibkan semua orang Muslim yang beriman untuk memenuhi kewajiban finansial mereka, yang telah ditetapkan dalam Qur’an dan dalam hukum Syariah (Sura 2:254, 264, 267, 271, dll). Orang yang pernah menentang Muhammad dan kemudian ingin memeluk Islam dapat membuktikan ketulusannya dengan memberikan donasi. Allah akan menerima pertobatannya, jika kontribusinya itu memadai. Bahkan orang yang berpura-pura dan orang yang munafik diterima dengan hangat segera setelah mereka membayar! Mereka dapat mengharapkan pengampunan dari Allah atas dosa-dosa mereka, jika jumlah donasi mereka cukup besar (Sura 9:103). Musuh yang telah dikalahkan akan menjadi teman, segera setelah ia sholat dan membayar zakat (Sura 9:5, 11).